Selasa, 17 Maret 2015

Temankah kau?

Malem readers :)
malem ini aku muncul looh :D
Mau ngpos ttg SAHABAT niih -.- males ngpost ttg sik keceh itu ;;)
Selamat Membaca :)


Aku adalah noda untuk dosa yang tak ku lakukan.
aku mencoba bertahan, berusaha mengerti, mungkin ada bagian dari diriku yang tak kuraih.
Namun, yang tak kungjung ku pahami, mengapa ada persahabat yang menyakitkan? :")

           Aku diam seperti lumut ketika mendengarseorang gadis menangis dipojok kamar mandi.
          Aku diam seperti pintu ketika kata demi kata menghancurkan jiwa gadis itu. kata yang begitu kuat dan kejam, hingga akhirnya gadis itu tak bersisa.
          Aku diam, menganggap itu bukan masalahku.
          Aku diam, menganggap gadis itupasti melakukan sesuatu sehingga sya pantas mendapatkannya.
        Aku diam, mengira masalah itu pada akhirnya akan selesai. tetapi yang lebih utama, aku diam, karna aku hanya mencari selamat. aku tidak lebih dari seorang pecundang.
       Hatiku terasa sakit. hidupku terasa tidak nyaman. aku hidup dalam sebuah kebohongan. kebohongan atasnama perasahabatan dan kesetiaan. seperti sebuah bola salju, kebohongan itu terus membesar hingga aku tak tahu lagi beda kebenaran dan kebohongan. hingga di satu titik, aku tahu bahwa hanya ada satu hal yang bisa menghentikan rasa sakit itu. kebenaran. kebenaran bahwa kita tidak bisa diam lagi.
       Kata-kata bisa menyakitkan. kata-kata bisa menghancurkan sahabat kita. Gosip, ejekan, panggilan nama jelek, pengucilan bisa mengirim sahabatmu ke palung derita yang paling dalam. kita tidak pernah menyadarinya. dan saat sadar, kita telah kehilangan sahabat dan berteman dengan penyesalan .
       Tetapi kata-kata jugak bisa menyembuhkan. kata-katabisa menghentikan bullying in. pelukan bisa menguatkan dan senyuman bisa membuat hidup semua orang menjadi lebih baik.
       Jadi inilah kata-kataku : Teman tidak saling melukai.

Teman saling menghormati, mencintai, menghargai.
Hentikan sebelum terlambat.
Tidak ada yang berhak hidup dalam luka.
Tidak juga kamu dan kita semua 





"Masihkah kau temanku?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar